
Pengolahan Air Limbah untuk Kelestarian Lingkungan
Air limbah domestik, pertanian, maupun kegiatan industri telah menjadi fokus permasalahan lingkungan bagi sebagian besar masyarakat, NGO, dan pemerintah. Air limbah didefinisikan sebagai hasil air sisa setelah digunakan untuk memenuhi kebutuhan air guna melakukan berbagai jenis kegiatan. Timbulan air limbah diperkirakan sebesar 85-100% dari tingkat penggunaan air bersih (BPPT, 2002).
Air limbah yang dihasilkan dari berbagai jenis kegiatan dapat menyebabkan penurunan kualitas lingkungan secara signifikan khususnya bagi sistem air tanah. Dengan melakukan pengolahan air limbah, pelaksana kegiatan telah menunjukan komitmen dalam menjaga kesehatan dan melestarikan lingkungan. Air limbah yang telah diolah dapat dimasukkan kembali ke dalam sistem air tanah guna keperluan konservasi atau dapat digunakan untuk keperluan lain sesuai kebutuhan.
Peraturan yang Mengatur Pengolahan Air Limbah
Dalam melakukan pengolahan, kami memastikan kualitas air limbah pasca pengolahan memiliki konsentrasi konstituen pencemar yang sesuai dengan Peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Titik acuan dasar kami antara lain Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68 Tahun 2016 dan Peraturan Gubernur DKI No 122 Tahun 2005 yang dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2.
- Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68 Tahun 2016
- Peraturan Gubernur DKI No 122 Tahun 2005
| Parameter | Satuan | Kadar Maksimum |
|---|---|---|
| pH | - | 6-9 |
| Total Coliform | mg/L | 3000 |
| TSS | mg/L | 100 |
| Amonia | mg/L | 10 |
| Minyak & Lemak | mg/L | 5 |
| COD | mg/L | 100 |
| BOD | mg/L | 30 |
| Parameter | Satuan | Individu/Rumah Tangga | Komunal |
|---|---|---|---|
| pH | - | 6-9 | 6-9 |
| KMnO4 | mg/L | 85 | 85 |
| TSS | mg/L | 50 | 50 |
| Amonia | mg/L | 10 | 10 |
| Minyak & Lemak | mg/L | 10 | 10 |
| Senyawa Biru Metilen | mg/L | 2 | 2 |
| COD | mg/L | 100 | 100 |
| BOD | mg/L | 30 | 50 |
PT. Asahi Fiberglass berkomitmen dalam melakukan pelestarian lingkungan khususnya dalam penyedia teknologi mutakhir pengelolaan air limbah. Tingkat timbulan air limbah menjadi sangat pesat selaras dengan tingkat populasi dan penggunaan air bersih yang terus meningkat. Selama lebih dari 17 tahun, PT Asahi Fiberglass telah mengembangkan sistem baru dan memberikan solusi efektif dan efisien untuk pengolahan air limbah. Kami menawarkan teknologi terbaik berupa compact Sewage Treatment Plant (STP) dengan jaminan mutu tinggi bersertifikasi PUPR, KLHK, TKDN, ISO: 9001, ISO:2015 dan tenaga ahli profesional yang berkualitas dalam perencanaan dan pengembangan dibidangnya.
Teknologi yang kami gunakan adalah teknologi terbaru dan modern yang telah banyak digunakan di negara maju. Penerapan attached culture (honey comb, bioball, dll) dan suspended culture (lumpur aktif) dalam kondisi aerob dan anaerob telah terbukti memiliki tingkat efisiensi penurunan beban pencemar pada air limbah sebesar 92-95%. Bahan dasar tangki STP terbuat dari bahan fiberglass berkualitas tinggi yang sangat kuat sehingga potensi terjadinya kebocoran dan tumpahan air limbah sangat kecil. Desain dan sistem yang baik serta profesional menjadi dasar produksi dari produk yang kami hasilkan.
Detail Pengolahan Air Limbah Menggunakan STP
STP
Zona pengendapan awal yang dilengkapi dengan screen berfungsi sebagai penyaring material yang berukuran besar (plastik, pembalut, dll) yang masuk dan terbawa bersama aliran air limbah. Fungsi utama zona pengendapan awal adalah sebagai zona yang mengendapkan padatan organik tersuspensi dengan ukuran relatif besar di dalam air limbah. Ukuran partikel yang paling umum dapat dihilangkan pada zona ini mencapai 0.6 mm (400 mesh) (Metcalf and Eddy, 2003).
Selain itu, zona pengendapan awal juga berfungsi sebagai bak pengurai senyawa organik yang berbentuk padatan (sludge digestion) karena di dalam bak ini juga akan tumbuh mikroba pengurai polutan limbah. Resirkulasi lumpur aktif setelah proses anaerobik juga terjadi pada zona pengendapan awal. Zona pengendap awal memiliki efisiensi penurunan padatan tersuspensi sekitar 30-40% serta BOD sekitar 25% (Ningtyas, 2015).
Anaerobic Zone
Air limpasan dari zona pengendapan awal selanjutnya dialirkan ke dalam zona bioreaktor anaerob (biofilter anaerob). Zona anaerob dilengkapi dengan media biofilter berupa media bioball dan media sarang tawon (honeycomb). Zona ini memiliki 3 bagian dengan dimensi sama yaitu dua bagian yang dilengkapi dengan media bioball dan satu bagian dengan media sarang tawon. Pembagian zona anaerobik dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengolahan.
Proses ini dapat menurunkan beban organik sebesar 80-99% (Wisesa dan Slamet, 2015).
Aerobic Zone
Air limbah limpasan dari zona anaerobik kemudian mengalir ke dalam zona aerobik yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian aerasi dan bagian pengendapan. Bagian aerasi dilengkapi dengan diffuser type coarse bubble diffuser yang terhubung dengan blower guna menjaga kandungan oksigen sehingga proses metabolisme bakteri dapat berlangsung secara maksimal.
Setelah mengalami proses degradasi aerobik, air limbah dialirkan pada bagian pengendapan yang telah dilengkapi dengan media sarang tawon (honeycomb) yang merupakan media tempat tumbuh bakteri sehingga proses pengendapan dapat berjalan secara optimal. Dalam proses ini, air limbah akan bersentuhan dengan mikroorganisme baik yang tersuspensi dalam cairan maupun yang menempel pada permukaan media sehingga efisiensi penurunan polutan organik semakin meningkat.
Final Sedimentation Zone
Zona pengendapan akhir adalah tempat terjadinya pengendapan sebelum air hasil pengolahan disalurkan keluar sistem STP. Pada bagian pengendapan akhir, sludge hasil pengendapan yang masih mengandung nutrien yang terbentuk dari proses penguraian anaerobik dan aerobik dipompa kembali pada bak pengendapan awal untuk selanjutnya diuraikan kembali di dalam sistem sehingga proses pengolahan air limbah menghasilkan 0% sludge sehingga memberikan keuntungan berupa rendahnya maintenance cost.
Preliminary Treatment
Grease Trap/Bak Minyak Lemak
Kami menyediakan alat penghilang minyak/lemak berupa grease trap yang terbuat dari bahan fiberglass yang kuat dan berkualitas. Prinsip gravitasi sederhana diterapkan dalam proses pengolahan air limbah pada tahap ini. Minyak dan lemak yang memiliki densitas/massa jenis yang lebih ringan daripada air limbah, akan mengapung pada permukaan dan membuat lapisan sehingga mudah untuk dibersihkan.
Produk kami sangat cocok digunakan untuk semua jenis air limbah karena telah teruji handal, kuat dan dilengkapi dengan tutup yang sempurna. Hal tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa ada beberapa jenis lemak (lemak hewani) bersifat jenuh yang akan menggumpal bila terjadi kontak dengan udara sehingga dapat menurunkan efisiensi penghilangan minyak dan lemak. Efisiensi rata-rata penyisihan minyak lemak dari grease trap mencapai 95% (Wisesa dan Slamet, 2016).
Proses Preparasi/Pengkondisian
Salah satu masalah utama yang sering mengganggu unit proses pengolahan air limbah domestik adalah terdapatnya zat-zat yang dapat menjadi penghambat proses penghilangan konstituen pencemar. Salah satu zat yang umum ditemukan adalah detergen dari sisa hasil kegiatan laundry.
Referensi
- Kirana, M. A., Haribowo, R., & Prayogo, T. B. (2013). Studi Evaluasi Dan Efektifitas Instalasi Pengolahan Air Limbah Pada Rumah Potong Hewan di Kabupaten Nganjuk.
- Lusiana, U. (2011). Efisiensi Pengolahan Air Limbah Deterjen Menggunakan Sistem Upflow Anaerobic Filter Dengan Aklimatisasi Lumpur Aktif. Biopropal Industri, 13-19.
- Muliarta, I. K. (2002). Pedoman Teknis Pengelolaan Limbah Cair Industri Kecil. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup.
- Ningtyas, R. (2015). Pengolahan Air Limbah Dengan Proses Lumpur Aktif. Researchgate.
- Pemerintah RI. (2005). Pengelolaan Air Limbah Domestik Di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jakarta: Sekretariat Negara.
- Pemerintah RI. (2016). Baku Mutu Air Limbah Domestik. Jakarta: Sekretariat Negara.
- Sutyasmi. (2014). Penelitian Menggunakan Anti Buih Terhadap Detergen (Degreasing Agent) Dan Pengolahan Air Limbah Industri Penyamakan Kulit. Prosiding Seminar Nasional Kulit, Karet, dan Plastik ke-3, 165-186.
- Tchobanoglous, G., Stensel, H. D., Tsuchihashi, R., Burton, F., Abu-Orf, M., Bowden, G., et al. (2003). Wastewater Engineering. New York : Mcgraw Hill Education.
- Wisesa, D. M., & Agus, S. (2016). Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rumah Susun Tanah Merah Surabaya. Jurnal Teknik ITS.
PT ASAHI FIBREGLASS
Kami adalah produsen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terbaik di Indonesia, dengan teknologi ramah lingkungan yang telah teregistrasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Produk kami juga tersertifikasi oleh Kementerian PUPR, menjamin kualitas dan keandalan dalam proses pengolahan air limbah.
Useful Links
- Home
- About Us
- Our Product
- Our Gallery
Lokasi
Jalan Jimbaran 1, a No.3a, RT.8/RW.12, Kalideres, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
